Berita WOM

WOM Finance Bersama 7 Lembaga Keuangan Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependu

Sebagai upaya peningkatan layanan kepada nasabah, sebanyak 8 lembaga keuangan melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kerja sama ini dilakukan untuk akses pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK), data kependudukan dan KTP elektronik (KTP el). Penandatanganan Kerjasama ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama antara perwakilan pimpinan perusahaan dan Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh, di Jakarta (28/12).

Selain PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk (“WOM Finance”), 7 lembaga keuangan yang disebut sebagai lembaga pengguna tersebut adalah, PT Bank Muamalat Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank JTrust Indonesia Tbk, PT Maybank Indonesia Finance, PT MNC Finance, PT Bank Ganesha Tbk dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).

Menurut Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance,  ada 3 jenis pemanfaatan data penduduk yang dapat diakses oleh 8 lembaga pengguna tersebut, yaitu: data agregat, meliputi himpunan data perseorangan yang berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Pemadanan/penyandingan/pencocokan data, dan Akses data penduduk berdasarkan nama, alamat dan NIK.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pihak, baik bagi Kemendagri dalam melengkapi basis data kependudukan mengenai transaksi keuangan dan memberikan kemudahan verifikasi data bagi lembaga keuangan,” sambungnya.

Tentunya tujuan diadakan kerjasama ini untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usaha, sehingga hal ini dapat berimplikasi kepada pertumbuhan usaha yang berkualitas baik. Nantinya data base kependudukan menjadi lebih tertata dan terdata secara detail. Pemanfaatan data kependudukan dipahami sebagai aktivitas pemberian hak akses atas data kependudukan oleh Kemendagri kepada lembaga pengguna dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, penelitian, perencanaan pembangunan, dan atau penegakan hukum.

“Kerjasama ini akan memberikan kemudahan bagi lembaga keuangan untuk mengakses data nasabah dengan lebih akurat dan komperhensif. Dengan akses yang mudah akan mempercepat standar layanan dan pencegahan tindakan kejahatan melalui penipuan identitas, sehingga menghasilkan proses verifikasi data yang mudah dan dan memberikan kenyamanan bagi nasabah,” tutup Djaja.***

Ditulis oleh: IT ADMIN Tanggal: 2018-12-28 14:25:29